Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pegawai Pajak Telah Mengitari Pulau Sangihe

Icv tahuna 1

Internalisasi Corvorate Value (ICV) KPP Pratama Tahuna : Mengitari Pulau Sangihe, Lalu Bersantai di Pulau Mendaku Dakupang

Tahuna, Fiscus.id - Mengelilingi sebuah pulau (360 derajat) adalah suatu hal yang hampir mustahil untuk dilakukan. Seorang pelaut atau TNI angkatan laut sekalipun, jika tidak ada kepentingan khusus mungkin tidak akan kepikiran untuk mengitari sebuah pulau. Namun siapa sangka, mengitari sebuah pulau telah dilakukan oleh pegawai Kantor Pajak Tahuna. Pada artikel kali ini, saya akan menceritakan sebuah moment yang sulit dilupakan dan mustahil untuk diulang kembali. Cerita tersebut adalah ICV Kantor Pajak Tahuna Tahun 2017 di Pulau Mendaku dan Pulau Dakupang. Saya tidak menyamarkan nama atau tempat dalam cerita ini, karena saya yakin orang-orang yang disebutkan namanya juga ingin bernostalgia dengan moment tersebut. (Mohon maaf jika ada penggunaan kata yang kurang pas).

Mengitari Pulau Sangihe Menuju Mendaku Dakupang

Orang Sangihe belum tentu pernah mengelilingi pulau sangihe, bahkan orang Bali yang hampir semua pantainya adalah tempat wisata, belum tentu pernah mengelilingi pulau Bali. Mengelilingi pulau yang saya maksud disini adalah berkeliling pulau menggunakan kapal (sekitar 500 m dari bibir pantai) dari suatu dermaga kembali ke dermaga yang sama. Mengelilingi pulau seperti itu, mungkin adalah hal konyol untuk dilakukan. Namun siapa sangka, pagi itu (08/17) saya akan melakukannya.
icv tahuna 1

Sekitar pukul 07:00 WITA, pegawai KPP Pratama Tahuna telah berbaris di Pelabuhan Tua Tahuna, dan bersiap untuk naik ke kapal. Saya berbaris dan menatap nanar kapal milik Pemda Sangihe yang bergoyang-goyang diterpa derasnya ombak. "Bak kuda yang memberontak ingin segera berlari, tapi masih dikekang oleh tali". Saya yakin, Anda bisa membayangkan derasnya ombak pagi itu.

Sempat terbersik untuk mundur, tapi itu tak mungkin kulakukan. Karena ICV merupakan kegiatan yang wajib diikuti semua pegawai pajak. Belum lagi perencanaan dan persiapan telah lama dilakukan. Selain itu, Bapak Anto Sibarani selaku Kepala KPP Pratama Tahuna terlihat antusias (dalam sambutan pembuka) mengikuti ICV yang direncanakan akan dilakukan di Pulau Mendaku dan Pulau Dakupang tersebut. Saya yakin kepala kantor juga khawatir, tapi mencoba menyembunyikan kekhawatirannya agar mental anak buahnya tak menciut. Sebelum lanjut bercerita, saya ingin membahas kondisi geografis pulau sangihe.
Kondisi Geografis Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sebagai berikut :
  • Posisi :  2° 4’ 13” – 4° 44’ 22” Lintang Utara dan 125° 9' 28” - 125° 56' 57” Bujur Timur
  • Batas Wilayah Utara : Republik Philipina dan Kab. Kepl. Talaud
  • Batas Wilayah Selatan : Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) 
  • Batas Wilayah Timur : Samudra Pasifik dan Laut Maluku
  • Batas Wilayah Barat : Laut Sulawesi
  • Jarak Ibukota Kabupaten ke Ibukota Provinsi : 142 mil laut
  • Luas wilayah : 11.863,58 km2 (Lautan 11.126,61 km2 dan Daratan 736,97 km2)
  • Ibu kota : Tahuna
  • Jumlah pulau : 105 pulau (79 pulau yang tidak berpenghuni dan 26 pulau berpenghuni)
Seperti yang telah terbayangkan sebelumnya, perjalanan dipenuhi kecemasan dan raut wajah pucat para pegawai. Syahid mencoba tidur di kamar, sedari awal kapal meninggalkan dermaga. Hery mengko telah mengenakan pelampung dan mondar mandir mencari tempat yang dirasanya aman. Handis telah tersungkur, dan terlihat lemas karena menguras isi perutnya. Sebagian besar pegawai mencoba bercerita sambil berpegangan pada tiang atau apapun yang bisa diraihnya.
icv tahuna 3

Hampir semua penumpang kapal mengkhawatirkan ombak kala itu, tapi tidak dengan  Jeane, pegawai Pemda Sangihe yang turut serta dalam perjalanan itu. Dia terlihat menikmati goyangan kapal yang diterpa ombak, dengan sesekali berteriak mengiringi bunyi pecah ombak. Saya turut bergabung bersama Jeane dan para Kepala Seksi duduk di atap kapal, dibawah terik matahari tentunya. Saya mencoba menikmati hantaman ombak, dan berusaha mensugesti diri dan menahan mual agar tidak bernasib sama dengan Handis.

Liwetan di Pulau Dakupang

icv tahuna 4

Pelayaran dari dermaga Pelabuhan Tua Tahuna, menuju pulau Mendaku Dakupang kami tempuh kurang lebih enam jam. Kami tiba di pulau tersebut tepat siang hari, sekitar pukul satu. Kapal berhenti agak jauh dari bibir pantai, kemudian kami dimuat dengan speed boat menuju pulau Dakupang yang tak perpenghuni. Karena speedboat hanya mampu memuat kurang dari sepuluh orang, maka proses perpindahan tersebut berlangsung agak lama.

Setibanya di Pulau, kegiatan pertama yang kami lakukan adalah makan siang bersama di pantai, dengan nasi dan lauknya ditata diatas daun pisang. Dalam bahasa jawa, kegiatan makan seperti itu biasa disebut dengan bancakan atau liwetan. Setelah melalui pelayaran yang menegangkan, nafsu makan pun menggila. Makanan yang saat ditata terlihat sangat banyak, ternyata habis tinggal menyisakan tulang.

Mendaku Dakupang, Tempat Termudah Menikmati Surga Bawah Laut

icv tahuna 5

Karena kelelahan dan kekenyangan, tidak banyak kegiatan yang dilakukan berikutnya. Pengisi waktu hanya dilakukan dengan kegiatan dan games kecil, kemudian diakhiri dengan foto bersama di Pulau Pasir. Saya menyempatkan diri untuk berendam di laut Mendaku Dakupang. Air laut yang bening, dan dihiasi karang yang indah menjadi godaan yang sayang untuk dilewatkan.

Pulau pasir yang berada diantara mendaku dakupang terbentuk karena pertemuan dua arus laut. Pulau pasir tersebut menjadi spot penting untuk berfoto. Untuk menuju ke pulau pasir, kita hanya perlu berjalan melintasi air laut dari pulau dakupang, karena kedalaman air hanya setinggi lutut atau sekitar 40 cm.

Hal yang menjadi kelebihan pulau mendaku dakupang adalah di beberapa tempat airnya dangkal, tetapi banyak karang yang tumbuh disekitarnya. Sehingga jika ingin melihat indahnya karang, kita cukup berjalan mendekati karang dan melihatnya dari permukaan. Karang akan terlihat sangat jelas, baik itu warna maupun bentuknya, karena air lautnya sangat jernih. Kalian tidak perlu pakai peralatan snorkling apalagi peralatan diving untuk melihat keindahan karang di tempat ini. Oleh karena itu, saya menyebutnya sebagai tempat termudah untuk menikmati surga bawah laut.
Jika anda seorang traveler, dan ingin berwisata sendiri ke Pulau Mendaku Dakupang tersebut, kalian bisa melalui jalur berikut ini : 
  • Dari kota Manado, anda bisa menuju Tahuna menggunakan pesawat udara, atau menggunakan kapal cepat yang berangkat pukul 09.00 dan tiba di Tahuna sekitar pukul 17.00. Anda juga bisa menggunakan kapal malam yang berangkat pada pukul 19.00, dan tiba di tahuna sekitar pukul 05.00 Keesokan harinya. 
  • Dari Tahuna anda bisa menuju dermaga kecil di lapango. Akses ditembuh dengan perjalanan darat sekitar dua sampai tiga jam menggunakan motor atau mobil. 
  • Dari dermaga kecil tersebut, anda kemudian menyeberang laut menggunakan kapal kecil atau speed boat menuju pulau mendaku atau dakupang. Perjalanan kapal kurang lebih satu jam perjalanan. 
  • Pulau mendaku dihuni belasan kepala keluarga. Biasanya wisatawan menginap di pulau tersebut. Sedangkan pulau dakupang tidak berpenghuni dan tidak tersedia air bersih atau toilet umum.

Mengenang Almarhum Bapak Choirudin

icv tahuna 6

Keseruan hari itu ditutup dengan foto bersama di pulau pasir. Pelayaran pulang menuju kota Tahuna, berbanding terbalik dengan kondisi pelayaran pagi tadi. Pelayaran kali ini sangat hening. Selain karena ombak sudah teduh, para penumpang yang kelelahan juga sudah tertidur. 

ICV tahun 2017 sangat melekat dalam ingatan saya, karena ICV waktu itu menjadi moment keseruan yang terakhir bersama Almarhum Bapak Choirudin. Beberapa hari setelah ICV tersebut, Bapak Choirudin meninggal dunia di RSUD Liun Kendage Tahuna. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Aamiin

Demikianlah cerita tentang mengitari pulau sangihe, bersantai di mendaku dakupang, semoga bermanfaat. Aamiin

Posting Komentar untuk "Pegawai Pajak Telah Mengitari Pulau Sangihe"