Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kunci Meraih Sukses dan Disenangi Atasan

tips yang perlu diterapkan agar disenangi atasan

Hal penting yang wajib dimiliki karyawan agar mencapai kesuksesan dalam karir serta disenangi atasan.


Tahuna, Fiscus.id - Setiap pegawai atau karyawan tentu saja ingin meraih kesuksesan dalam karirnya, dan juga ingin disenangi semua orang di lingkungan pekerjaan terutama atasan.  Saya pernah membaca artikel dalam sebuah majalah yang mampu menjawab keinginan tersebut, tetapi saya lupa nama atau penerbit majalahnya. Artikel tersebut saya kutip dan saya publish di blog lama saya, yang kemudian kali ini coba untuk dibagikan kembali dengan beberapa perbaikan. 

Penulis artikel tersebut mengatakan bahwa tentu tidak mudah untuk mendapatkan kesuksesan dan sekaligus disenangi semua orang, banyak hal yang perlu dilakukan untuk meraihnya. Jika menginginkan hal tersebut, maka tanamkanlah pada diri kalian lima poin berikut ini :

1. Sikap

Pondasi utama, atau hal yang paling penting dan harus kalian lakukan adalah menata sikap. Kurangi sikap negatif kalian dan biasakanlah untuk selalu bersikap positif. Beberapa sikap yang bisa membuat kalian cepat berkembang dan lebih pintar adalah :


Sikap berpikir positif

Apapun yang kalian hadapi, berita apapun yang kalian terima, dan keadaan apapun yang sedang kalian alami, jalani saja dengan sikap positif. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan dan lakukan segalanya menuju arah masalah. Jadi jika dimarahi bos berfikir positif saja, mungkin si bos lagi ngetes atau mungkin saja semalam diamuk istrinya. Biarpun dimaki-maki atau dilempar gelas sekalipun, yang penting tetap berfikir positif. Kalaupun sudah tidak betah mungkin sudah waktunya kalian pindah kantor atau ganti haluan pekerjaan.


Sikap mau belajar

Belajarlah terus kepada atasan kalian, jauh lebih bagus jika kalian belajar kepada orang yang mempunyai jabatan satu atau dua tingkat diatas kalian. Pelajari kelebihan dan sisi positif mereka,  dan pelajari pula hal-hal yang membuat mereka senang, seperti hobinya, prestasinya, atau spesialisasinya. Intinya pelajari kelebihan-kelebihan dan jangan lupa pelajari pula kelemahan mereka.  Belajar hal-hal biasa bukan berarti bodoh atau kurang mampu dalam berpikir. Belajar adalah proses mengasah diri yang seharusnya terus dilakukan tanpa berhenti dan tanpa kata sempurna. Jangan lupa belajar juga kepada bawahan kalian, seperti halnya kepada atasan.


Sikap suka menolong

Disuasana kerja, kalian harus selalu enjoy dan suka menolong siapapun, baik itu security, office boy, bahkan cleaning service. Mereka semua harus menjadi teman dan mitra dalam berbagai keadaan. Contoh kasusnya, misal jika ada yang mengusik teman kalian, cobalah membuat cara atau trik untuk membantunya, agar dia merasa senang. Mungkin dengan cara membalas usikan itu pada pelakunya, dijamin kalian akan seperti pahlawan baginya. Sikap suka menolong biasanya diikuti dengan sikap pemaaf dan jujur dalam bertindak.


2. Manajemen Diri

Porsi kerja kalian harus maksimal, artinya kalian mengerjakan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan, harus 150%. Maksudnya adalah kalian mengerjakan 100% pekerjaan kalian, dan mencoba belajar mengerjakan 50% pekerjaan atasan kalian. Sehingga jika suatu waktu atasan anda berhalangan atau tidak bisa bekerja, kalian bisa menolong dan membantu menjalankan tugasnya. Inilah kesempatan kalian untuk menunjukkan kinerja kepada perusahaan. Jika kalian melakukannya dengan benar, maka berita bagus akan selalu menghampiri.

Tentu saja kalian harus melakukannya dengan sepengetahuan atasannya atasan kalian, atau bos besar. Supaya mereka tahu kalianlah the man behind the gun, jadi pujian dan penghargaan tidak jatuh pada atasan kalian terus. Mengerjakan pekerjaan atasan jika sewaktu-waktu berhalangan hadir juga membuat kalian bisa mandiri dan siap di segala medan. Kalau bos besar melihat dan mengetahuinya, pasti dia akan merasa senang untuk memberi gaji yang besar kepada kalian.


3. Main strategi

Kalian harus bisa bekerja cerdik dan pintar, serta bisa mengatur strategi semulus mungkin. Sebisa mungkin kalian tidak memilih-milih pekerjaan yang dibebankan saat itu. Jika menerima tugas atau pekerjaan baru, jalani saja sebagai ujian diri/tantangan. Jika tidak menerima suatu pekerjaan baru dan merasa monoton dengan pekerjaan itu, coba lirik dan amati pekerjaan atasan kalian, kalau perlu pelajari dan lakukan pekerjaan itu bersamanya. Meminta izin atau mencoba belajar mengerjakan pekerjaan atasan, adalah hal yang spesial dan patut untuk disenangi. Ini penting bagi karir kalian, makanya jangan takut dicemoh atau dikatakan bodoh oleh teman kerja ketika pekerjaan atasan kalian kerjakan, karena jawabannya adalah kalian ingin belajar dan mau mengetahui pekerjaan itu seperti apa.

Nah, ternyata ada manfaatnya. Suatu ketika atasan kalian mendadak sakit dan tidak bisa datang untuk bekerja, padahal saat itu pekerjaanya cukup banyak. Kesempatan inilah yang harus digunakan sebaik mungkin untuk membantu mengerjakan pekerjaan atasan tersebut, dan berusaha meyakinkan kepada bos besar bahwa semuanya bisa diatasi dan bisa berjalan lancar meski tanpa atasan.

Yakinkan bos besar bahwa semua pekerjaan berhasil baik, jual talenta dan skil kalian saat itu. Siapa tahu, di saat atasan kalian mendapat promosi jabatan dan karier, atau dipindahkan ke posisi lain, maka 90% peluang kalian bisa menggantikan posisinya. Atasan akan merekomendasikan ke bos besar bahwa kalian layak menggantikan posisinya. Tapi jangan banyak berharap.


4. Mengambil Hati

Kalian harus pandai mengambil hati atau mencuri perhatian. Kalian mampu melakukan tindakan-tindakan yang positif dan cemerlang di situasi yang penting. Kalian harus mampu membuat orang lain merasa nyaman dan menaruh hormat kepada kalian. Maaf, bedakan dengan mencari muka. Kalau mencari muka biasanya suatu tindakan membual, aktingnya layak aktor terkenal di saat bos sedang mengamati anda. Mencari muka biasanya dijalankan pada saat tertentu saja, dan biasanya kegiatan yang dilakukan tidak seimbang dengan kebiasaan waktu kerja normal, disaat si punya muka tidak ada, si pencari muka kelihatan sangat super idiot alias goblok.


5. Berani berkompetisi

Di posisi pekerjaan apapun kompetisi harus ada. Artinya klian harus bersaing, berkompetisi secara sehat dengan rekan kerja yang posisinya setara. Kalian tidak bisa menilai bahwa akan menang dalam persaingan itu, kecuali kalian bekali diri dengan sikap sabar, berpikir positif dan selalu belajar terus. Berkompetisi disini bukan  berarti harus selalu mencari kesalahan orang lain. Tetapi justru kalian bisa menang dalam persaingan ini jika mampu menutupi/membantu mengatasi masalah/kelemahan-kelemahan orang lain. Datang dan hadirlah di tengah-tengah rekan kerja sebagai seorang pembawa keselamatan dan pemberi solusi atau pemecah masalah. Jika demikian, maka kompetisi tersebut berjalan mulus dan sesuai rencana dan orang lain pun tidak akan merasa dirugikan. Coba praktekan lalu lihat perkembangan diri kalian dalam setahun.



Dulu, penekanan dan tuntutan perusahaan terhadap karyawan biasanya seputar, datang bekerja tepat waktu dan tidak pernah bolos, rajin bekerja dan ramah, bekerja sesuai dengan job, bekerja keras dan tekun. Tetapi zaman sekarang, hal-hal tersebut sudah dianggap biasa dan tidak terlalu dirujuk oleh atasan dan pemilik perusahaan, karena hal-hal diatas sudah dianggap biasa dan memang harus begitu.


Satu tambahan ekstra yang bisa mendukung lima poin di atas adalah tonjolkan sesuatu  yang beda pada diri kalian!.  Beda dalam hal ini merupakan skil atau keahlian yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Suatu hal yang membuat orang lain merasa salut dan kalian selalu dibutuhkan dalam urusan ini. Coba temukan sesuatu yang spesial dalam diri kalian!. Misalnya, anda pandai bernegosiasi, punya relasi luas, pandai menghibur dan selalu membuat orang lain ketawa, selalu memunculkan ide-ide cemerlang dan sebagainya. Hal ini kelihatan sepele, tetapi orang lain akan gampang mengingat tentang diri kalian.



Kredit gambar : 
Gambar orang memberikan acungan jempol : uangonline.com,